Langsung ke konten utama

Bagaimana Islam memberdayakan wanita?



Empowerment dalam konteks Islam dapat diartikan sebagai memberikan kekuatan, pengetahuan, dan otonomi kepada individu atau komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan dan kontribusi positif mereka dalam masyarakat.

Kondisi perempuan sebelum islam datang

-Arab Jahiliyah: Wanita dibenci karena kelahirannya, wanita akan diperlakukan hina dan tanpa kemuliaan jika dibiarkan hidup.

-Yunani: Wanita dianggap sebagai sumber penyakit dan bencana.

-Romawi: Wanita hanya berperan sebagai pemuas nafsu laki laki saja.

Praktik-praktik ini bukanlah ajaran dari Islam, tapi tradisi budaya lokal setempat.

Faktanya, islam memuliakan wanita dengan memberikan mereka sejumlah hak, apa sajakah itu?

1.Perempuan ditinggikan derajatnya

Maryam binti Imran sosok wanita suci yang melahirkan nabi Isa, ia adalah wanita tawakal dan menjaga diri.

Asiyah dikenal dengan ketangguhan iman dan kesabaran tiada tanding.

Hal ini menggambarkan bahwa derajat seseorang dalam islam tidak memandang jenis kelamin. Hal yang membedakan mereka hanya iman dan kerakwaan mereka.

2.Perempuan mendapatkan warisan

Surah An Nisa ayat 8, menyatakan bahwa laki laki dan perempuan sama sama memperoleh warisan dari orang tua dan kerabatnya tanpa batas umur.

3.Hak untuk memperoleh pendidikan dan menempuh karir

Hadits Rasul tentang Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, perintah ini sifatnya umum dan tidak dikhususkan pada jenis kelamin tertentu.

Mereka diperbolehkan menuntut ilmu dan bekerja membantu suaminya,

4. Hak perempuan dalam pernikahan

Seorang wanita memiliki hak untuk menerima atau menolak lamaran pernikahan dan persetujuannya diperlukan untuk menyelesaikan kontrak pernikahan.

Perempuan pun memiliki hak untuk meminta cerai dengan alasan syar'i.

5.Tanggung jawab keuangan bagi perempuan

Dalam islam, wanita tidak diwajibkan untuk mendapatkan atau membelanjakan uang untuk rumah, makanan atau pengeluaran umum.

Perempuan pun diperbolehkan untuk bekerja dengan syarat tertentu dan membelanjakan uang yang dia peroleh sesuai keinginannya.

Dia tidak memiliki kewajiban untuk membagi apa yang dia dapatkan kepada keluarga, meskipun dia dapat memilih untuk melakukannya karena niat baik.

Saat menikah pun, perempuan berhak atas pemberian mahar dari suaminya.

6.Hak berpatisipasi dalam politik dan layanan sosial

Islam telah memberikan hak perundang undangan kepada wanita seperti halnya pada pria.

Jadi, ketika ada statement diluar sana yang menyampaikan bahwa wanita seakan dikekang dan seakan seperti manusia nomor 2 seperti pria itu salah besar.

Karena pada dasarnya keduanya adalah manusia yang saling melengkapi, pasti ada perbedaan. Tapi, dari perbedaan inilah yang membuat mereka unik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman terkait Pendidikan Seksualitas

Pengalaman pribadiku sendiri tentang pendidikan seksualitas masih sangat formal, hanyalah sekedar pembelajaran kurikulum pelajaran di sekolah . Contohnya belajar biologi yang ada materi sistem reproduksi tapi hanya sekedar itu saja , sekedar materi pelajaran kerjakan tugas ujian udah selesai begitu saja tidak memiliki makna mendalam bagiku .  Jadi, aku kurang dalam memahami pendidikan seksualitas bahkan cenderung memandang remeh. Bahkan sejak dulu aku udah sering mendengar bahwa anak perempuan dan anak laki laki itu memang harus dipisah tidurnya dan benar benar harus menjaga aurat. Hal ini baru aku benar memahaminya setahun belakangan ini. Ketika aku di sekolah sering mendengar banyaknya anak laki laki yang kadang mengucapkan alat reproduksi untuk memanggil orang lain secara kasar . Ini konteksnya  biasanya teman laki lakinya marah atau kesal ,  sejak kecil pun aku pernah beberapa kali mendengar dan dipahami kalau membahas tentang ini itu tidak boleh bahkan jangan membaha...

5 Kesalahan yang Kulakukan Menuju Lulus Kuliah!

 "Setelah lulus aku mau pilih jalur mana ya?" Pertanyaan ini selalu hadir bagaikan kabut yang tidak pernah hilang di kepala, pikiran ini sudah hadir dari semester 6 dimana aku lulus D3 dan melanjutkan ke jenjang S1. Dunia kerja banyak diberitakan sedang tidak baik-baik saja, mendengarkan cerita orang2 yang ambil S2 juga berat berkali lipat tekanannya dari S1, menikah? terasa opsi paling terakhir yang ingin diambil. Apa keputusan yg diambil akhirnya? belum memutuskan saat itu aku hanya merencanakan untuk ambil magang karena belum ada pengalaman kerja sama sekali. Kehidupan saat kuliah hanya terkait kampus, rumah dan organisasi. Perjalanan di dunia perkuliahan aku melalui berbagai ketakutan-ketakutan yang kubayangkan tidak bisa terlewati dan Alhamdulillah bisa dengan bergandengan tangan dengan rasa takutku. Inilah 5 kesalahan yang kulakukan menuju kelulusan! 1. Kurang memaksimalkan waktu perkuliahan untuk eksplor diri Shok dan kaget, 2 kata ini mengguyurku setiap hari saat kuli...