Langsung ke konten utama

5 Kesalahan yang Kulakukan Menuju Lulus Kuliah!

 "Setelah lulus aku mau pilih jalur mana ya?"

Pertanyaan ini selalu hadir bagaikan kabut yang tidak pernah hilang di kepala, pikiran ini sudah hadir dari semester 6 dimana aku lulus D3 dan melanjutkan ke jenjang S1. Dunia kerja banyak diberitakan sedang tidak baik-baik saja, mendengarkan cerita orang2 yang ambil S2 juga berat berkali lipat tekanannya dari S1, menikah? terasa opsi paling terakhir yang ingin diambil.

Apa keputusan yg diambil akhirnya? belum memutuskan saat itu aku hanya merencanakan untuk ambil magang karena belum ada pengalaman kerja sama sekali. Kehidupan saat kuliah hanya terkait kampus, rumah dan organisasi.

Perjalanan di dunia perkuliahan aku melalui berbagai ketakutan-ketakutan yang kubayangkan tidak bisa terlewati dan Alhamdulillah bisa dengan bergandengan tangan dengan rasa takutku.

Inilah 5 kesalahan yang kulakukan menuju kelulusan!

1. Kurang memaksimalkan waktu perkuliahan untuk eksplor diri

Shok dan kaget, 2 kata ini mengguyurku setiap hari saat kuliah. Fase sekolah yang terbiasa di layani oleh guru atau dikejar agar memenuhi standar, hal ini tidak akan ditemukan di dunia perkuliahan. Aku benar2 sendiri bertanggung jawab atas segala sesuatunya, ditambah kampusku untuk informasi cenderung lambat.

Karena transisi ini, aku terbelenggu rasa takut tidak bisa menyelesaikan jika terlalu banyak eksplor seharusnya gak begitu. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan di dunia perkuliahan, kamu tinggal eksplor aja dan sadar jangan sampai terlena sampai tenggelam.

2. Sangat ragu untuk melakukan kesalahan/gagal

Gagal = aib yang memalukan, ini mindset yang kuyakini bertahun tahun sejak TK. Sudah lama aku tidak berani menghadapi kegagalan, tidak ingin gagal maunya selalu berhasil adalah doa yang kuinginkan tanpa diucapkan.

Padahal definisi sukses adalah 2: 1)Sukses itu = menghabiskan jatah gagal, 2)Memenuhi janji diri sesederhana apapun itu. 

3. Malu/gengsi untuk jualan atau kenalan dengan orang baru

Aku si pemalu dan manusia paling gengsi untuk berjualan, bukan menganggap rendah jualan itu. Fokusnya takut jika ditolak jualannya, karena bagiku ditolak sangat mengurangi energi dan kesukaan menjalani hidup.

Begitupun kenalan dengan orang baru, polaku butuh waktu dan adaptasi. Kata introvert menggema ke setiap langkah yang aku pilih, Jadi kemana mana aku membawa ini dan jadi manusia paling menyebalkan.

4. Terlalu mudah melihat kekurangan kampus sampai lupa kekurangan diri

Pada posisinya setiap kampus punya kekurangan jika ditelusuri, ditambah fasilitas2 yang didapatkan sangat kurang menjadikan aku bukannya berani menyampaikan untuk perbaikan. Aku malah memutuskan untuk marah2 sendiri yang menyebalkan dan mengajak orang lain yang mengalami hal yang sama.

Tahapnya sampai lupa bahwa aku ada kekurangan yaitu memanfaatkan segala peluang yang ada, kampus menjadi salah satu tempat yang bagus untuk eksplor. Penyesalanku sampai saat ini masih terasa.

5. Mindset kerja yang salah, meyakini bahwa kerja hanya untuk after kuliah

Kerja 9-5 dan mendapatkan gaji hanya didapatkan dari orang yang sudah melalui dunia kuliah, orang yang masih kuliah cukup eksplor saja dengan dunia mahasiswa. Makanya aku menilai aku terlambat menyadari bahwa bekerja tidak perlu embel2 mahasiswa dulu baru bekerja.

Karena kerja adalah aktivitas menghasilkan sesuatu dan tidak mewajibkan kuliah, mindset yang benar tentang ini sangat membantu kamu yang masih eksplor dan bertumbuh.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman terkait Pendidikan Seksualitas

Pengalaman pribadiku sendiri tentang pendidikan seksualitas masih sangat formal, hanyalah sekedar pembelajaran kurikulum pelajaran di sekolah . Contohnya belajar biologi yang ada materi sistem reproduksi tapi hanya sekedar itu saja , sekedar materi pelajaran kerjakan tugas ujian udah selesai begitu saja tidak memiliki makna mendalam bagiku .  Jadi, aku kurang dalam memahami pendidikan seksualitas bahkan cenderung memandang remeh. Bahkan sejak dulu aku udah sering mendengar bahwa anak perempuan dan anak laki laki itu memang harus dipisah tidurnya dan benar benar harus menjaga aurat. Hal ini baru aku benar memahaminya setahun belakangan ini. Ketika aku di sekolah sering mendengar banyaknya anak laki laki yang kadang mengucapkan alat reproduksi untuk memanggil orang lain secara kasar . Ini konteksnya  biasanya teman laki lakinya marah atau kesal ,  sejak kecil pun aku pernah beberapa kali mendengar dan dipahami kalau membahas tentang ini itu tidak boleh bahkan jangan membaha...

Bagaimana Islam memberdayakan wanita?

Empowerment dalam konteks Islam dapat diartikan sebagai memberikan kekuatan, pengetahuan, dan otonomi kepada individu atau komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan dan kontribusi positif mereka dalam masyarakat. Kondisi perempuan sebelum islam datang -Arab Jahiliyah: Wanita dibenci karena kelahirannya, wanita akan diperlakukan hina dan tanpa kemuliaan jika dibiarkan hidup. -Yunani: Wanita dianggap sebagai sumber penyakit dan bencana. -Romawi: Wanita hanya berperan sebagai pemuas nafsu laki laki saja. Praktik-praktik ini bukanlah ajaran dari Islam, tapi tradisi budaya lokal setempat. Faktanya, islam memuliakan wanita dengan memberikan mereka sejumlah hak, apa sajakah itu? 1.Perempuan ditinggikan derajatnya Maryam binti Imran sosok wanita suci yang melahirkan nabi Isa, ia adalah wanita tawakal dan menjaga diri. Asiyah dikenal dengan ketangguhan iman dan kesabaran tiada tanding. Hal ini menggambarkan bahwa derajat seseorang dalam islam tidak memandang jenis kelamin. Hal yang membedakan ...