"Setelah lulus aku mau pilih jalur mana ya?"
Pertanyaan ini selalu hadir bagaikan kabut yang tidak pernah hilang di kepala, pikiran ini sudah hadir dari semester 6 dimana aku lulus D3 dan melanjutkan ke jenjang S1. Dunia kerja banyak diberitakan sedang tidak baik-baik saja, mendengarkan cerita orang2 yang ambil S2 juga berat berkali lipat tekanannya dari S1, menikah? terasa opsi paling terakhir yang ingin diambil.
Apa keputusan yg diambil akhirnya? belum memutuskan saat itu aku hanya merencanakan untuk ambil magang karena belum ada pengalaman kerja sama sekali. Kehidupan saat kuliah hanya terkait kampus, rumah dan organisasi.
Perjalanan di dunia perkuliahan aku melalui berbagai ketakutan-ketakutan yang kubayangkan tidak bisa terlewati dan Alhamdulillah bisa dengan bergandengan tangan dengan rasa takutku.
Inilah 5 kesalahan yang kulakukan menuju kelulusan!
1. Kurang memaksimalkan waktu perkuliahan untuk eksplor diri
Shok dan kaget, 2 kata ini mengguyurku setiap hari saat kuliah. Fase sekolah yang terbiasa di layani oleh guru atau dikejar agar memenuhi standar, hal ini tidak akan ditemukan di dunia perkuliahan. Aku benar2 sendiri bertanggung jawab atas segala sesuatunya, ditambah kampusku untuk informasi cenderung lambat.
Karena transisi ini, aku terbelenggu rasa takut tidak bisa menyelesaikan jika terlalu banyak eksplor seharusnya gak begitu. Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan di dunia perkuliahan, kamu tinggal eksplor aja dan sadar jangan sampai terlena sampai tenggelam.
2. Sangat ragu untuk melakukan kesalahan/gagal
Gagal = aib yang memalukan, ini mindset yang kuyakini bertahun tahun sejak TK. Sudah lama aku tidak berani menghadapi kegagalan, tidak ingin gagal maunya selalu berhasil adalah doa yang kuinginkan tanpa diucapkan.
Padahal definisi sukses adalah 2: 1)Sukses itu = menghabiskan jatah gagal, 2)Memenuhi janji diri sesederhana apapun itu.
3. Malu/gengsi untuk jualan atau kenalan dengan orang baru
Aku si pemalu dan manusia paling gengsi untuk berjualan, bukan menganggap rendah jualan itu. Fokusnya takut jika ditolak jualannya, karena bagiku ditolak sangat mengurangi energi dan kesukaan menjalani hidup.
Begitupun kenalan dengan orang baru, polaku butuh waktu dan adaptasi. Kata introvert menggema ke setiap langkah yang aku pilih, Jadi kemana mana aku membawa ini dan jadi manusia paling menyebalkan.
4. Terlalu mudah melihat kekurangan kampus sampai lupa kekurangan diri
Pada posisinya setiap kampus punya kekurangan jika ditelusuri, ditambah fasilitas2 yang didapatkan sangat kurang menjadikan aku bukannya berani menyampaikan untuk perbaikan. Aku malah memutuskan untuk marah2 sendiri yang menyebalkan dan mengajak orang lain yang mengalami hal yang sama.
Tahapnya sampai lupa bahwa aku ada kekurangan yaitu memanfaatkan segala peluang yang ada, kampus menjadi salah satu tempat yang bagus untuk eksplor. Penyesalanku sampai saat ini masih terasa.
5. Mindset kerja yang salah, meyakini bahwa kerja hanya untuk after kuliah
Kerja 9-5 dan mendapatkan gaji hanya didapatkan dari orang yang sudah melalui dunia kuliah, orang yang masih kuliah cukup eksplor saja dengan dunia mahasiswa. Makanya aku menilai aku terlambat menyadari bahwa bekerja tidak perlu embel2 mahasiswa dulu baru bekerja.
Karena kerja adalah aktivitas menghasilkan sesuatu dan tidak mewajibkan kuliah, mindset yang benar tentang ini sangat membantu kamu yang masih eksplor dan bertumbuh.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar