Selama ini aku selalu percaya pada satu pola dalam proses tumbuh: menerima dulu, baru mengenali, baru berubah. Bukan urutan yang instan, dan jujur, bukan urutan yang mudah juga. Banyak orang—termasuk aku sendiri, di beberapa fase—ingin langsung lompat ke "berubah". Ingin langsung jadi versi yang lebih baik, tanpa harus melewati dua tahap sebelumnya. Tapi dari pengalaman, perubahan yang dipaksakan tanpa penerimaan yang tulus, biasanya nggak bertahan lama. Ia cuma jadi topeng sementara, bukan transformasi yang benar-benar mengakar. Kenapa Kita Terburu-buru ke Tahap "Berubah" Ada semacam tekanan tak terlihat di sekitar kita untuk selalu tampak berkembang. Media sosial penuh dengan cerita transformasi instan—sebelum dan sesudah, dalam hitungan minggu atau bulan. Ini membuat banyak dari kita, termasuk aku, merasa harus terus-menerus "upgrade diri" secepat mungkin, tanpa memberi ruang untuk benar-benar memahami apa yang sedang terjadi di dalam diri terlebih dahu...
Hubungi: sabilanasuha07@gmail.com