Langsung ke konten utama

Menuntut Ilmu

           


 
        

            Menuntut ilmu atau yang biasa dikatakan belajar , belajar aku kalau mendengar kata belajar selalu memikirkan seperti pelajaran pelajaran yang ada di sekolah dan sampai akhirnya ujian . Sependek itu memang pikiran ku padahal menuntut ilmu itu bukan hanya dalam sekolah kalau bisa diartikan dalam arti yang luas , tetapi aku belum bisa menjelaskan secara rinci . Dalam pandangan aku tidak banyak para pemuda Indonesia yang menyukai belajar seperti di sekolah contohnya aku hehehe... Ya bisa dibilang aku ngga terlalu suka belajar , cuman kenapa terlihatnya aku agak rajin dalam hal sekolah mungkin bisa dibilang itu sudah menjadi kebiasaan sejak aku SD dan juga dalam tekanan makanya aku bisa menjadi sedikit lebih rajin dan menjadi lebih niat untuk belajar di sekolah cuman dampak negatifnya aku saat sudah tidak mengulang mata pelajaran itu lagi nantinya aku akan lupa dan tidak mengingat apa yang aku pelajari sejak SD bener ini fakta.. Mungkin dalam waktu 3 jam saja aku bisa melupakan apa yang aku pelajari jika aku tidak mengulang atau mencoba paham dengan apa yang diajari oleh para guru . Ini jangan ditiru yaa .. 

                Sampai sekarang pun aku masih belum terlalu menyukai belajar padahal sekarang aku sudah memasuki tingkat yang tinggi yaitu Perguruan Tinggi ya dan seperti kalian tahu kita saat di Perguruan Tinggi dipaksa untuk super  duper mandiri . Ini yang aku rasakan saat baru memasuki Perguruan Tinggi makanya aku sedang mempush diri aku agar aku bisa keluar dari zona nyaman aku , Disini aku mau menjelaskan kepada kalian gini yaa... Kalian pasti sudah paham bukan kalau kita hidup di dunia ini hanya sementara dan tempat yang abadi itu benar benar hanya di Akherat . Aku pernah merasakan ketika aku belajar dengan niar untuk hanya mengejar dunia saja seperti nanti biar kerjanya enak , uang banyak , dipandang baik oleh orang lain dan lain sebagainya yg hanya bertujuan di dunia. Dan ketika aku menjalani itu aku pernah merasa di titik kenapa rasanya tidak menyenangkan kenapa rasanya hampa , pokoknya perasaan yang tidak nyaman lainnya di dalam hati .Pada akhirnya ilmu yang aku dapat selama ini tidak aku syukuri nantinya aku akan mengatakan "Kenapa sih aku belajar ini kan nanti saat kerja tidak dipake juga " dan kata2 tidak bersyukur lainnya . 

                    Terlalu banyak aku mengeluh untuk hal itu , seperti yang biasa kita rasakan ketika kita mengalami jalan buntu nantinya pasti akan selalu menemukan jalan keluar dan cahaya kebenaran agar kita bisa keluar dari jalan buntu itu. Aku berharap kalian kurangi ya untuk mengeluh aku paham ko gimana rasanya ngerjain tugas belajar materi materi yg lumayan sampe kepala kalian merasakan sakit , nikmati apa yang kalian jalani selalu berikan tubuh kalian istirahat sejenak dan refresing nantinya kalian akan merindukan apa yg kalian jalani sekarang .Yang paling penting niat kalian juga harus karena Allah dan tingkatkan Taqwa kalian ketika kita sudah berusaha semaksimal kita, sudah berdoa dan meningkatkan ketaqwaan kita nanti tinggal Allah akan memberikan pemahaman untuk kita yg Insya Allah nantinya pasti berguna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman terkait Pendidikan Seksualitas

Pengalaman pribadiku sendiri tentang pendidikan seksualitas masih sangat formal, hanyalah sekedar pembelajaran kurikulum pelajaran di sekolah . Contohnya belajar biologi yang ada materi sistem reproduksi tapi hanya sekedar itu saja , sekedar materi pelajaran kerjakan tugas ujian udah selesai begitu saja tidak memiliki makna mendalam bagiku .  Jadi, aku kurang dalam memahami pendidikan seksualitas bahkan cenderung memandang remeh. Bahkan sejak dulu aku udah sering mendengar bahwa anak perempuan dan anak laki laki itu memang harus dipisah tidurnya dan benar benar harus menjaga aurat. Hal ini baru aku benar memahaminya setahun belakangan ini. Ketika aku di sekolah sering mendengar banyaknya anak laki laki yang kadang mengucapkan alat reproduksi untuk memanggil orang lain secara kasar . Ini konteksnya  biasanya teman laki lakinya marah atau kesal ,  sejak kecil pun aku pernah beberapa kali mendengar dan dipahami kalau membahas tentang ini itu tidak boleh bahkan jangan membaha...

Bagaimana Islam memberdayakan wanita?

Empowerment dalam konteks Islam dapat diartikan sebagai memberikan kekuatan, pengetahuan, dan otonomi kepada individu atau komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan dan kontribusi positif mereka dalam masyarakat. Kondisi perempuan sebelum islam datang -Arab Jahiliyah: Wanita dibenci karena kelahirannya, wanita akan diperlakukan hina dan tanpa kemuliaan jika dibiarkan hidup. -Yunani: Wanita dianggap sebagai sumber penyakit dan bencana. -Romawi: Wanita hanya berperan sebagai pemuas nafsu laki laki saja. Praktik-praktik ini bukanlah ajaran dari Islam, tapi tradisi budaya lokal setempat. Faktanya, islam memuliakan wanita dengan memberikan mereka sejumlah hak, apa sajakah itu? 1.Perempuan ditinggikan derajatnya Maryam binti Imran sosok wanita suci yang melahirkan nabi Isa, ia adalah wanita tawakal dan menjaga diri. Asiyah dikenal dengan ketangguhan iman dan kesabaran tiada tanding. Hal ini menggambarkan bahwa derajat seseorang dalam islam tidak memandang jenis kelamin. Hal yang membedakan ...

5 Kesalahan yang Kulakukan Menuju Lulus Kuliah!

 "Setelah lulus aku mau pilih jalur mana ya?" Pertanyaan ini selalu hadir bagaikan kabut yang tidak pernah hilang di kepala, pikiran ini sudah hadir dari semester 6 dimana aku lulus D3 dan melanjutkan ke jenjang S1. Dunia kerja banyak diberitakan sedang tidak baik-baik saja, mendengarkan cerita orang2 yang ambil S2 juga berat berkali lipat tekanannya dari S1, menikah? terasa opsi paling terakhir yang ingin diambil. Apa keputusan yg diambil akhirnya? belum memutuskan saat itu aku hanya merencanakan untuk ambil magang karena belum ada pengalaman kerja sama sekali. Kehidupan saat kuliah hanya terkait kampus, rumah dan organisasi. Perjalanan di dunia perkuliahan aku melalui berbagai ketakutan-ketakutan yang kubayangkan tidak bisa terlewati dan Alhamdulillah bisa dengan bergandengan tangan dengan rasa takutku. Inilah 5 kesalahan yang kulakukan menuju kelulusan! 1. Kurang memaksimalkan waktu perkuliahan untuk eksplor diri Shok dan kaget, 2 kata ini mengguyurku setiap hari saat kuli...