Langsung ke konten utama

The Power of Habits

 


Cara membangun habits:

1.Menyertakan Allah dalam setiap niat

2.Fokus pada tujuan yang ingin diraih

3.Memilih kebiasaan yang ingin dibentuk

4.Segera mulai dari hal yang kecil

5.Menjaga komitmen dalam membangun kebiasaan

6.Hilangkan kebiasaan menunda

7.Selalu berusaha untuk produktif

8.Senantiasa konsisten

9.Cari motivasi yang membangun

10.Mengelilingi diri dengan lingkungan yang positif

11.Berikan rewards saat bisa mencapai milestones


"Habits akan menentukan ke arah mana tujuan hidup kita..." Q.S.Adz-Dzaariyat :56

"Jadikan akhirat di hatimu, dunia di tanganmu, dan kematian di pelupuk mata " (Imam Syafi'i)

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang berkelanjutan meskipun sedikit"

"Kerjakanlah amal seberapa yang kamu mampu. Demi Allah, Allah tidak akan bosan hinggalah kamulah yang bosan"

"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu (merugi) di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang" 


Produktif adalah kata kerja, dimulai dengan niat ikhlas dalam dada, fokus pada tujuan utama, memberi kebermanfaatan untuk semesta.

Tugas kita : Hargai waktu yang diberi, optimalkan potensi, berikan kontribusi.

Bisa melalui keilmuan :

-Melalui hasil kontribusi pemikiran yang dituangkan dalam jurnal ilmiah internasional, konferensi level global.

-Menyampaikan pesan/informasi dari keilmuan yang dimiliki untuk kebaikan publik.

Bisa melalui Penelitian:

-Melakukan penelitian baik pada level primer maupun sekunder

Bisa melalui Karya Tulisan:

-Melalui tulisan dalam buku, koran,majalah,website bahkan blog pribadi dan sosial media.

Bisa melalui Pengabdian Masyarakat:

-Aktif pada kegiatan sosial di tengah masyarakat

Bisa melalui Inovasi:

-Menuangkan kreativitas untuk menyelesaikan permasalahan atau membawa perubahan dan perbaikan

Membangun Kontribusi di berbagai sektor, jangan pernah berhenti untuk menjadi bagian dari solusi.

"Setiap cita cita akan terwujud apabila diperkuat dengan iman, dilengkapi dengan keiklasan yang mendalam, ditambah dengan semangat yang berkobar-kobar dan perencanaan yang rapi untuk beramal dan berkorban dalam melaksanakannya."

Rules Nomber 1: Set Up Your Habits Plan

-Luruskan niat

-Find your values (siapa kita di akhir hidup kita)

-Look for an example

-Building habits from small things

Rules Nomber 2: List Realistic Plan

Not too ambitious

not to shallow plan

Rules Number 3: Menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif

"Diantara tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat "(HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Seorang muslim bertanggung jawab penuh terhadap setiap langkh dan perbuatannya, setiap waktu yang dipergunakannya dan setiap kata yang diucapkannya.

Rules Number 4: Tawazun

-Ruhiyah

-Fikriyah

-Jasadiyah

Rules Number 5: Tugas kita adalah berusaha semaksimal raga, bertawakal sepenuh jiwa

Tulislah rencanamu dengan pensil, lalu berikan penghapusnya kepada Allah. Biarkan ia menghapus bagian-bagian yang salah dan menggantikannya dengan skenarioNya yang jauh lebih indah...

Rules Number 6: Rumus keberhasilan Berbanding Lurus dengan Perjuangan

Rules Number 7: Muhasabah

Rules Number 8: Mengakarkan Motivasi hanya kepada Allah

Perbedaan antara manusia yang berhasil dalam hidupnya dengan yang tidak , bukanlah karena kekuatan atau ilmu, tetapi lebih pada kekurangan kesungguhan dan kemauan orang itu untuk maju dan berhasil.

DALAM AL QURAN

-Berloba lombalah Q.S.Al Baqarah :148

(karena dunia ini adalah arena pertarungan)

-Bersegeralah Q.S.Ali Imron : 133

(Karena sejarah tidak menunggu kesiapan kita)

-Bekerjalah Q.S.At-Taubah 105

(Karena hanya mereka yang berusaha keras yang akan mendapatkan)

-Berangkatlah QS.At-Taubah : 41

(karena diam ditempat tidak akan mengubah keadaan)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anime Bertemakan Kebebasan, One Piece ! Inilah Karakter yang Menyukai Kebebasan Di Anime One Piece, Salah Satunya Tentu Saja Sang Pemeran Utama

Dalam anime "One Piece," tema kebebasan memiliki peran yang sangat penting. Sejak awal cerita, Luffy dan kru bajak lautnya memperjuangkan impian mereka untuk menemukan "One Piece," harta terbesar yang akan memberi mereka gelar Raja Bajak Laut. Meskipun kebanyakan orang melihat kebebasan sebagai kebebasan fisik dari penjara atau aturan, konsep kebebasan dalam anime One Piece melampaui itu. Banyak karakter dalam anime One Piece mencari kebebasan fisik dari kendala dan penindasan. Luffy, sebagai contoh, ingin bebas berlayar di lautan tanpa terikat oleh aturan atau kekuatan pihak lain. B anyak karakter dalam cerita mengalami penindasan atau penderitaan, dan mereka berusaha untuk membebaskan diri mereka sendiri atau orang lain dari ketidakadilan tersebut di anime One Piece. 1.M onkey D. Luffy Protagonis utama cerita, Luffy adalah kapten Bajak Laut Topi Jerami. Ia sangat menghargai kebebasan dan bermimpi menjadi Raja Bajak Laut untuk mengarungi lautan tanpa terikat oleh a...

Bingung menjadi Berdaya? Ini Tips  menjadi Perempuan Berdaya

  Berkarya pasti udah sering kamu dengar dari banyak hal mungkin dari lingkunganmu ataupun dari sosial media, aku mau tanya nih sama kamu kira-kira kalau berdaya itu apa ya?? Artinya sama nggak ya dengan berdaya??. Kadang akupun berpikiran kayanya berdaya sama berkarya artinya sama aja deh, tapi setelah dipelajari lagi ternyata artinya berbeda loh . Jujur aku pun sebenarnya dari dulu gak terlalu peduli artinya apa, toh akhirnya gak ada hubungannya denganku. Namun tidak dapat dipungkiri, kebanyakan dari kita tidak memperdulikan hal itu. Padahal setiap manusia  harus  berproses untuk menjadi berdaya . Sebenarnya apa sih artinya berdaya?? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata berdaya adalah  mempunyai akal (cara dan sebagainya) untuk mengatasi sesuatu dan sebagainya . Bisa juga artinya berkekuatan. Kekuatan ini bukan hanya soal fisik, tapi jiwanya dan akal nya . Tapi, ketiga hal tersebut bukan digunakan untuk hal yang negatif ataupun hal yang sia-sia....

Pengalaman terkait Pendidikan Seksualitas

Pengalaman pribadiku sendiri tentang pendidikan seksualitas masih sangat formal, hanyalah sekedar pembelajaran kurikulum pelajaran di sekolah . Contohnya belajar biologi yang ada materi sistem reproduksi tapi hanya sekedar itu saja , sekedar materi pelajaran kerjakan tugas ujian udah selesai begitu saja tidak memiliki makna mendalam bagiku .  Jadi, aku kurang dalam memahami pendidikan seksualitas bahkan cenderung memandang remeh. Bahkan sejak dulu aku udah sering mendengar bahwa anak perempuan dan anak laki laki itu memang harus dipisah tidurnya dan benar benar harus menjaga aurat. Hal ini baru aku benar memahaminya setahun belakangan ini. Ketika aku di sekolah sering mendengar banyaknya anak laki laki yang kadang mengucapkan alat reproduksi untuk memanggil orang lain secara kasar . Ini konteksnya  biasanya teman laki lakinya marah atau kesal ,  sejak kecil pun aku pernah beberapa kali mendengar dan dipahami kalau membahas tentang ini itu tidak boleh bahkan jangan membaha...