Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September 13, 2026

Kenapa Kita Sering Mencari Validasi Sebelum Mengambil Keputusan?

  Pernah nggak, kamu udah yakin banget sama satu pilihan, tapi tetep aja nanya pendapat orang lain dulu sebelum benar-benar memutuskan? Padahal jauh di dalam hati, kamu udah tau jawabannya. Tapi entah kenapa, rasanya belum "sah" kalau belum ada yang bilang, "iya, itu keputusan yang bagus." Aku pikir ini bukan cuma soal kurang percaya diri. Ada sesuatu yang lebih dalam dari itu. Salah satu alasannya, kita takut salah sendirian. Kalau keputusan itu ternyata keliru, rasanya lebih ringan kalau ada orang lain yang ikut "menyetujui" di awal — seolah tanggung jawabnya jadi terbagi. Padahal, pada akhirnya, yang menjalani konsekuensi dari keputusan itu ya tetap diri kita sendiri. Alasan lain, kita terbiasa dibesarkan dalam lingkungan yang menilai. Dari kecil, banyak dari kita dilatih untuk mendapat pengakuan — nilai bagus, pujian orang tua, standar yang ditetapkan orang lain. Nggak heran kalau sampai dewasa, kita masih mencari-cari "restu" itu, meski bent...

Why Do We Often Feel Stuck in Life?

  Have you ever had a moment when you felt like you were moving, but somehow going nowhere? You wake up, go to work, finish your responsibilities, talk to people, make plans, and repeat the same things the next day. From the outside, your life seems fine. You are doing what you are supposed to do. But somewhere inside, there is a quiet question: “Is this really where I want to be?” Maybe nothing is terribly wrong. You are not necessarily unhappy. You are simply… stuck. I think feeling stuck is one of the strangest experiences in life because it does not always look like failure. Sometimes, it looks like stability. Sometimes, it looks like being responsible. And sometimes, it even looks like being productive. But underneath all of that, we may feel like we are standing in the same place. So, why do we often feel stuck? 1. We Know What We Don't Want, But Not What We Want One of the most common reasons we feel stuck is because we have already outgrown something, but we haven't fig...

Kenapa Kita Sulit Memahami Apa yang Sebenarnya Kita Rasakan?

  Ada kalanya kita tahu bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam diri kita, tetapi sulit menjelaskan apa. Kita bilang, “Aku lagi nggak baik-baik aja.” Tapi ketika ditanya, “Kenapa?” , kita justru bingung. Mungkin jawabannya bukan karena kita tidak punya perasaan. Justru sebaliknya, ada terlalu banyak hal yang sedang kita rasakan sekaligus sampai kita sendiri kesulitan membedakannya. Aku pernah berada di fase seperti itu. Aku bisa merasa kesal, kecewa, sedih, takut, atau tidak nyaman terhadap sesuatu. Tetapi ketika mencoba memahami perasaanku sendiri, yang muncul sering kali hanya satu kesimpulan sederhana: “Aku kesel.” Padahal, setelah dipikir-pikir lagi, ternyata rasa kesal itu tidak berdiri sendiri. Ada kecewa di dalamnya. Ada harapan yang tidak terpenuhi. Ada rasa tidak dimengerti. Bahkan kadang ada ketakutan yang tidak ingin kuakui. Dari situ aku mulai menyadari bahwa memahami perasaan ternyata bukan sekadar memberi nama pada emosi. Kita sering langsung bereaksi sebelum m...