Ada kalanya kita tahu bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam diri kita, tetapi sulit menjelaskan apa. Kita bilang, “Aku lagi nggak baik-baik aja.” Tapi ketika ditanya, “Kenapa?” , kita justru bingung. Mungkin jawabannya bukan karena kita tidak punya perasaan. Justru sebaliknya, ada terlalu banyak hal yang sedang kita rasakan sekaligus sampai kita sendiri kesulitan membedakannya. Aku pernah berada di fase seperti itu. Aku bisa merasa kesal, kecewa, sedih, takut, atau tidak nyaman terhadap sesuatu. Tetapi ketika mencoba memahami perasaanku sendiri, yang muncul sering kali hanya satu kesimpulan sederhana: “Aku kesel.” Padahal, setelah dipikir-pikir lagi, ternyata rasa kesal itu tidak berdiri sendiri. Ada kecewa di dalamnya. Ada harapan yang tidak terpenuhi. Ada rasa tidak dimengerti. Bahkan kadang ada ketakutan yang tidak ingin kuakui. Dari situ aku mulai menyadari bahwa memahami perasaan ternyata bukan sekadar memberi nama pada emosi. Kita sering langsung bereaksi sebelum m...
Hubungi: sabilanasuha07@gmail.com