Ada masa di mana blog ini benar-benar sepi. Bukan karena aku kehabisan hal untuk diceritakan, tapi karena aku menaruhnya di urutan paling belakang dari daftar prioritas. Ada kegiatan lain yang terasa lebih mendesak, lebih penting untuk dikejar, dan pelan-pelan menulis di sini jadi sesuatu yang "nanti aja deh" — sampai akhirnya nanti itu berubah jadi bertahun-tahun. Aku nggak pernah benar-benar memutuskan untuk berhenti. Tidak ada momen dramatis di mana aku bilang, "sudah, aku stop nulis." Hal yang terjadi justru lebih halus dari itu—aku cuma terus menunda, sampai jeda itu jadi kebiasaan, dan kebiasaan itu jadi jarak yang makin lama makin terasa jauh untuk dilangkahi kembali. Ketika Sesuatu yang Lain Terasa Lebih Penting Waktu itu, aku merasa wajar-wajar saja meletakkan blog ini di posisi bukan prioritas. Ada banyak hal lain yang menuntut waktu dan energi, dan menulis untuk diri sendiri terasa seperti sesuatu yang bisa ditunda tanpa konsekuensi apa pun. Toh, tidak ...
Ruang ini adalah tempat saya berbagi cerita, refleksi, dan insight tentang kehidupan, pertumbuhan diri, serta nilai-nilai Islam. Ditulis dengan hangat, dengan harapan setiap kata membawa makna dan manfaat. Kalian bisa berbagi cerita juga yaa