Langsung ke konten utama

Postingan

Pentingnya Memiliki Teman Bertumbuh di Usia 20-an

Ada yang bilang usia 20-an itu masa paling bebas dalam hidup. Tapi kalau kamu sedang berada di sini kamu tahu itu tidak sepenuhnya benar. Di usia ini, kebebasan datang berbarengan dengan beban yang tidak pernah diajarkan di bangku sekolah. Keputusan yang dulu terasa ringan, sekarang punya konsekuensi nyata.  Pilihan karir, hubungan, arah hidup — semuanya terasa besar dan sungguhan. Tidak ada lagi yang namanya "nanti dipikirin dulu." Karena nanti itu sekarang. Dan di tengah semua itu, aku belajar satu hal yang pelan-pelan mengubah cara aku memandang perjalanan hidup: Kamu tidak harus melewatinya sendirian. Memasuki usia dewasa, ada sesuatu yang bergeser dalam diri. Bukan dramatis, bukan tiba-tiba — tapi terasa. Seperti ketika kamu sadar bahwa setiap pilihan yang kamu ambil hari ini punya jejak ke masa depan. Dulu, salah pilih jurusan kuliah rasanya masih bisa dikoreksi. Salah bergaul masih bisa ditinggal. Tapi sekarang? Salah pilih arah karir bisa bikin kamu terjebak bertahun-...

Usia 24 dan Masih Merasa Belum Menemukan Versi Terbaik Diri Sendiri? Ternyata Banyak yang Mengalaminya

  "Harusnya aku sudah ada di titik tertentu sekarang." Pernah memikirkan kalimat itu? Ada fase yang sering kali tidak diajarkan di kampus. Fase yang mungkin tidak pernah masuk ke dalam silabus mata kuliah. Fase setelah kuliah, ketika kehidupan mulai terlihat berbeda dari ekspektasi yang dulu kita bayangkan. Dulu saat masih semester awal, mungkin kita pernah berkata: "Nanti lulus umur 22 atau 23 tahun." "Langsung kerja." "Punya penghasilan sendiri." "Semua akan lebih jelas." Tapi nyatanya, hidup tidak selalu berjalan sesuai timeline yang kita susun sendiri. Ada yang lulus tepat waktu, ada yang harus menambah semester. Ada yang langsung mendapat pekerjaan, ada yang masih mencari arah. Ada yang sudah terlihat "berhasil", dan ada yang masih bertanya dalam hati: "Aku sebenarnya sedang ada di mana?" Kalau kamu saat ini berusia 24 tahun dan masih merasa belum menemukan versi terbaik diri sendiri, mungkin kamu tidak sendi...

5 Insecurity yang Kupendam Sejak Kecil (dan Dampaknya Sampai Dewasa)

Dihina “gendut” menjadi makanan keseharianku saat kecil. Ditambah panggilan “Dora”, aku mulai terbiasa dengan label itu. Tidak banyak hal yang ingin kuingat dari masa itu—semuanya seperti ingin kulupakan dan kulepaskan. Menjadi berbeda, katanya, adalah kesalahanku di mata teman-teman SD dan SMP. Kesukaanku tidak banyak dimiliki orang lain. Jadi ketika aku membeli, menggunakan, atau memanfaatkan sesuatu, aku tidak terlalu memedulikan pendapat orang lain. Cuek dan pendiam menjadi dua karakter yang terbenam dalam diriku selama bertahun-tahun. Aku kira itu memang sifat bawaan. Ternyata bukan… itu caraku melindungi diri dari perkataan orang lain.  Aku selalu takut dikritik. Bahkan saat diberi saran dengan lembut pun, ada dorongan kuat untuk lari dan menghilang. Semua rasa tidak nyaman dan insecure kupendam sendiri. Bagiku itu tidak penting. Yang penting adalah bagaimana aku meresponsnya. Tapi ternyata, itu bukan solusi. Rasa itu tetap ada dan terus menghantui di berbagai fase usiak...

5 Kesalahan yang Kulakukan Menuju Lulus Kuliah!

 "Setelah lulus aku mau pilih jalur mana ya?" Pertanyaan ini selalu hadir bagaikan kabut yang tidak pernah hilang di kepala, pikiran ini sudah hadir dari semester 6 dimana aku lulus D3 dan melanjutkan ke jenjang S1. Dunia kerja banyak diberitakan sedang tidak baik-baik saja, mendengarkan cerita orang2 yang ambil S2 juga berat berkali lipat tekanannya dari S1, menikah? terasa opsi paling terakhir yang ingin diambil. Apa keputusan yg diambil akhirnya? belum memutuskan saat itu aku hanya merencanakan untuk ambil magang karena belum ada pengalaman kerja sama sekali. Kehidupan saat kuliah hanya terkait kampus, rumah dan organisasi. Perjalanan di dunia perkuliahan aku melalui berbagai ketakutan-ketakutan yang kubayangkan tidak bisa terlewati dan Alhamdulillah bisa dengan bergandengan tangan dengan rasa takutku. Inilah 5 kesalahan yang kulakukan menuju kelulusan! 1. Kurang memaksimalkan waktu perkuliahan untuk eksplor diri Shok dan kaget, 2 kata ini mengguyurku setiap hari saat kuli...

HAL PENTING YANG HARUS KAMU SIAPKAN SEBELUM LULUS KULIAH!

Setiap tahun, jutaan mahasiswa lulus dari perguruan tinggi di Indonesia. Tapi, di tengah kabar PHK yang terjadi di mana-mana dan sulitnya fresh graduate mencari kerja, pertanyaan besar muncul: apa yang sebaiknya kita siapkan sebelum benar-benar meninggalkan bangku kuliah? Menjadi mahasiswa itu privilege, aku akui. Tidak semua orang punya kesempatan ini. Tapi menjalaninya sampai selesai bukan hal mudah—ada banyak tempaan, jatuh bangun, dan proses belajar yang mengubah diri kita. Nah, sebelum wisuda tiba, ini beberapa hal penting yang bisa kamu siapkan: 1. Refleksi diri Ingat kembali apa tujuanmu saat pertama kali masuk kuliah. Tujuan itu mungkin sudah berubah, dan wajar saja. Perjalanan di kampus seperti taman bermain penuh pilihan seru. Tapi dengan waktu terbatas, kita tidak mungkin mencoba semuanya. Refleksi akan membantu menentukan apa yang benar-benar penting untukmu. 2. Catat sumber daya yang kamu miliki Lihat lagi apa saja pengalaman dan aset yang sudah kamu kumpulkan: akademik,...

Pengembangan Diri

                              Quarter Life Crisis  "Untuk menyelesaikan krisis , maka kita harus kritis" Apakah masa transisi itu harus sekian panjang ?? Remaja : fase transisi dari anak menuju remaja Quarter Life Crisis (trend sekarang): Fase transisi remaja menuju dewasa Artinya mengalami turbelensi dalam turbelensi , berarti turbelensinya double. Dari Sirah Nabawi batas aqil baligh itu sudah dimulai dari 15 tahun. Idealnya transisi memikirkan diri sendiri itu sudah selesai di usia 15 tahun Segera selesaikan kegelisahan urusan pribadi anda senditi, karena orang lain sudah lama menunggu kontribusi anda. Anda adalah solution maker yang dinanti nanti oleh umat Seharusnya sekarang kita menjalani fase experiencing value Tapi ketika saat ini anda usia 20 tahun masih menjalani quarter life crisis maka teruslah berbuat baik/beramal shaleh. Karena nanti hal hal yang membuat kita galau gelisah akan me...

Bagaimana Islam memberdayakan wanita?

Empowerment dalam konteks Islam dapat diartikan sebagai memberikan kekuatan, pengetahuan, dan otonomi kepada individu atau komunitas untuk meningkatkan kesejahteraan dan kontribusi positif mereka dalam masyarakat. Kondisi perempuan sebelum islam datang -Arab Jahiliyah: Wanita dibenci karena kelahirannya, wanita akan diperlakukan hina dan tanpa kemuliaan jika dibiarkan hidup. -Yunani: Wanita dianggap sebagai sumber penyakit dan bencana. -Romawi: Wanita hanya berperan sebagai pemuas nafsu laki laki saja. Praktik-praktik ini bukanlah ajaran dari Islam, tapi tradisi budaya lokal setempat. Faktanya, islam memuliakan wanita dengan memberikan mereka sejumlah hak, apa sajakah itu? 1.Perempuan ditinggikan derajatnya Maryam binti Imran sosok wanita suci yang melahirkan nabi Isa, ia adalah wanita tawakal dan menjaga diri. Asiyah dikenal dengan ketangguhan iman dan kesabaran tiada tanding. Hal ini menggambarkan bahwa derajat seseorang dalam islam tidak memandang jenis kelamin. Hal yang membedakan ...